Nestapa Pengekor Hawa Nafsu

Maret 31, 2008 pukul 11:35 pm | Ditulis dalam Manhaj | 16 Komentar

Oleh:Abu Muhammad Abdul Mu’thi Al Maidani

Sesungguhnya di dunia ini bagi manusia hanya ada dua jalan; jalan kebenaran dan jalan hawa nafsu. Jalan kebenaran adalah petunjuk yang diturunkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sedangkan hawa nafsu merupakan jalan yang diprakarsai oleh setan sebagai musuh manusia guna menimbun bahan bakar api neraka pada hari kiamat nanti. Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alihi wasallam tatkala menerangkan tentang petunjuk, acap kali mengingatkan pula tentang bahaya hawa nafsu.
Hawa nafsu berarti ‘kecenderungan manusia kepada perkara yang di suka oleh jiwanya’. Hawa nafsu yang tercela adalah hawa nafsu yang menyelisihi petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyebutkan bahwa para salaf menggelari sebagian orang yang menisbatkan diri kepada ilmu atau ibadah sebagai pengikut hawa nafsu, karena mereka menyelisihi petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala. Petunjuk Allah yaitu ilmu agama yang diwahyukan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada nabi-Nya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman kepada Nabi Dawud ’alaihis salam:
يَا دَاوُودُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ فَاحْكُمْ بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَى فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ
“Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.” (Shad: 26)
Hawa nafsu menjalar pada diri seseorang laksana sebuah penyakit yang sangat ganas, bahkan lebih berbahaya dari rabies pada seekor anjing. Hawa nafsu lebih berbahaya karena tidak disadari oleh pengidapnya tetapi lebih mematikan. Jika rabies dapat membinasakan jasad manusia maka hawa nafsu bisa menghancurkan jiwanya. Sehingga hatinya pun mati dan gelap gulita. Pada akhirnya, dia tak lagi mampu menerima petunjuk dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Dalam menghadapi hawa nafsu sangat dibutuhkan kesabaran. Seorang yang ingin bertahan di atas jalan Allah harus memiliki nyali yang besar untuk melawan hawa nafsu. Allah menegaskan di dalam Al-Qur’an:
وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا
“Dan bersabarlah kamu bersama orang-orang yang menyeru Rabnya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya, dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini, dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya, dan urusannya itu melempui batas.” (Al-Kahfi: 28)
Imam Syafi’i menjelaskan bahwa tak ada jalan yang ketiga bagi manusia. Di sana hanya ada dua jalan yaitu jalan kebenaran dan jalan hawa nafsu.
Melawan hawa nafsu berarti mengikuti jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan penuh kesabaran. Yaitu kesabaran bersama orang-orang yang ingat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tidak membebek kepada orang-orang yang memperturutkan hawa nafsu.
Di dalam Al-Qur’an, Allah Subhanahu wa Ta’ala juga menegaskan bahwa hawa nafsu merupakan bahaya laten bagi orang-orang yang berilmu. Karena mereka bisa saja menjadi sesat walaupun berilmu. Sebabnya tak lain adalah karena mengikuti hawa nafsu. Sehingga ilmu yang turun dari Allah tak mampu membuatnya teguh di atas jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman:
أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَى عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَى سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَى بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَنْ يَهْدِيهِ مِنْ بَعْدِ اللَّهِ
“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai sesembahannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu, (yang mana) Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya lalu meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah?” (Al-Jatsiyah: 23)
Semua ini menunjukkan bahaya hawa nafsu bagi manusia. Semoga Allah menyelamatkan kita dari cengkraman maut berbagai hawa nafsu.

Berbicara mengenai hawa nafsu, maka kita akan mendapatkan sejumlah dalil Al-Qur’an maupun As-sunnah yang membeberkan tentang betapa tercelanya hawa nafsu. Oleh karena itu, sangat penting sekali bagi kita untuk berhati-hati terhadap hawa nafsu. Karena setiap detik, setiap menit, dan setiap waktu, kita terancam dengan hawa nafsu. Jika kita tidak mewaspadai hawa nafsu, maka kita akan terjebak dengan jeratnya tanpa kita sadari.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah menyebutkan dalam hadits bahwa termasuk yang dikhawatirkan atas umatnya adalah ‘hawa nafsu yang bisa menyesatkan’. Sudah berapa banyak, kalau kita mau menghitung, orang-orang yang menjadi korban hawa nafsu.
Sebagai bukti autentik yang bisa kita ungkap yaitu keberadaan ahlus sunnah yang demikian sedikit. Realita ini menandaskan bahwa yang selain ahlus sunnah dalam jumlah besar adalah orang-orang yang termakan oleh hawa nafsu. Namun kadar diantara mereka tentunya berbeda antara satu dengan yang lain, ada yang banyak, dan ada pula yang sedikit.
Orang-orang yang menyelisihi ahlus sunnah adalah ahlul ahwa` yang mengikuti hawa nafsunya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberitakan bahwa umat ini akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan. Dari tujuh puluh tiga golongan, hanya satu yang selamat. Mereka itu adalah yang mengikuti sunnah Nabi dan para sahabatnya. Oleh karenanya, mereka pun dikenal dengan sebutan ahlus sunnah. Adapun yang selain mereka adalah orang-orang sesat yang dicap sebagai ahlul ahwa` (pengekor hawa nafsu).
Hawa nafsu itu bisa berupa pemahaman atau syahwat. Pemahaman yang telah dikebiri oleh hawa nafsu akan menggelincirkan seseorang ke dalam pemikiran sesat yang menyimpang. Sementara syahwat yang telah dikuasai oleh hawa nafsu akan menjahtuhkannya ke dalam kemaksiatan yang nista. Na’udzu billahi min dzalik (kita berlindung kepada Allah dari yang demikian itu).
Semoga Allah menjadikan kita sebagai orang-orang yang dijauhkan dari kejahatan hawa nafsu. Wallahu a’lam bish shawab.

Download format pdf nestapa-pengikut-hawa-nafsu

About these ads

16 Komentar »

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

  1. artikelnya bagus sekali, sebagai orang yang sering terbawa hawa nafsu saya sering terlena dan belum bisa mengantisipasinya.
    terimakasih atas pencerahannya

  2. AslmWrWb.
    Salam kenal

  3. saya orang yang benar benar tidak dapat menahan hawa napsu saya, bagaimana kiat untuk mencegah rasa ingin yang berlebihan tersebut, sebab saya sadar hidup itu singkat tapi saya sudah berusaha mencegah namun tidak kunjung berhasil juga.


    Bismillaahirrahmaanirrahiim

    Sesungguhnya bila kita kembali mempelajari Al-Quran, As-Sunnah, beserta penjelasan para ulama, niscaya kita akan mengetahui berbagai kiat untuk melawan hawa nafsu. Namun sebelum itu, ada yang lebih penting untuk kita ketahui dan tanamkan di relung hati kita yang terdalam. Yaitu kita harus
    membulatkan tekad untuk menentang hawa nafsu dengan niat yang ikhlas kepada Allah. Hal ini supaya
    kita tidak maju mundur di dalam menelan pahit dan getirnya mengalahkan hawa nafsu sendiri.
    Selanjutnya, kita jangan gampang berputus asa bila kita belum mampu meniggalkan hawa nafsu itu
    sepenuhnya. Teruslah berupaya dengan tekad hati yang kuat sampai Allah menurunkan kemenangan-Nya.
    Jika kita bersungguh-sungguh dalam memusuhi hawa nafsu kita, pasti Allah tak akan menyia-nyiakan
    usaha kita. Allah berfirman (yang artinya),

    “Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh di (jalan) kami, niscaya kami benar-benar akan menunjukkan kepada mereka
    jalan-jalan kami. Dan sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang berbuat baik”. (Al-‘Ankabut:69)

    Disini saya akan menyebutkan secara ringkas beberapa kiat di dalam melawan hawa nafsu. Semoga bermanfaat bagi siapa saja yang ingin terbebas dari belenggu hawa nafsu. Adapun kiat-kiat yang saya maksud, sebagai berikut:

    1. Hendaknya dia memperkuat rasa takutnya kepada Allah dan selalu mengingat berbagai kengerian siksa Allah diakherat kelak.

    2.Hendaknya dia meninggalkan segala sebab yang membuatnya terjatuh kembali kepada hawa nafsu.

    3.Hendaknya dia meninggalkan teman bergaul yang tidak baik, supaya dia tidak mudah termakan oleh hawa nafsu. Sebagai gantinya, hendaknya dia bergaul dengan orang-orang shalih yang mengamalkan agama Allah.

    4. Hendaknya dia menjauhi tempat-tempat yang dapat menjerumuskannya kepada hawa nafsu dan memperbanyak bersimpuh di dalam rumah Allah (Masjid).

    5. Hendaknya dia selalu menyibukkan diri dengan Dzikrullah dan membaca Al-Quran, karena hati yang lalai dari Allah sangat mudah bagi syaithan untuk mendorongnya kepada hawa nafsu.

    Wallahu A’lam Bish Shawab.

  4. Astagfirullah…sesungguhnya hamba mu yg hina ini banyak membuat dosa kepadamu Ya Allah.Ampuni lah segala dosa2 hamba Ya Allah…Terima lah taubat hamba dan berikanlah hamba dan keluarga hamba petunjuk dan hidayahmu..Amin

  5. Subbhanallah… benar-benar bagus sekali artikelny.. tapi memang yang namanya hawa nafsu memang sulit untuk di jauhkan…… mungkin setanya kuat kali dan kurangnya keimanan kita.

  6. Alhammdullilah…………

    ana teringat ayat alquran yang bunyinya :
    “Barangsiapa yang takut akan kedudukan tuhan_NYA dan menahan hawa nafsunya…maka surgalah tempat tinggalnya.” (QS.An Naziat : ?)
    ayat ini,paling mengena buat kita-kita hamba yang lemah untuk selalu mengingat kebersamaan Alloh dengan kita baik dalam keadaan sendiri-sendiri maupun ramai serta apapun yang terbetik dihati kita…….
    Ya.. Alloh hisablah hamba dengan hisab yang mudah dan jadikanlah hamba, orang bertaqwa,mengingat-MU dan bersyukur kepada-MU….

    Hayoo….ikhwan wa akwat fillah….tingkatkan rasa muroqobatullah …jadikan kecintaan DIA diatas segalanya dari apapun yang ada didunia ini…karena setiap yang hilang pasti ada gantinya..tapi jika kita kehilangan Alloh …kemana lagi kan kita cari..????
    Al Faqir Illa Maghfirati Rabbihi…ITA

  7. 40. Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya,

    41. maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya).

    24. Katakanlah: “jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNYA dan dari berjihad di jalan NYA, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.

    Na’udzubillahi min dzaalika

  8. na’am, alhmduliLlah bgus skali nasihatnya yaa ustadz, smga brmnfaat untuk kaum muslimin. baarokallohu fiik wa ahlik

  9. assalamu ‘alaikum
    salam kenal
    beruntung bagi orang yang mensucikan jiwanya dan celakalah bagi orang yang mengotorinya, semoga artikel di atas dapat menggugah kita agar bangun dari keterlenaan tidur biuaian mimpi yang selalu menipudayakan insan semua.
    wassalamu’alaikum

  10. ssungguhnya tidak ada satupun urusan dunia yg dpt menghibur diriku melainkan berpuasa di siang hari dan mendirikan sholat malam di malam harinya..(umar bin khottob).
    ssungguhnya berpuasa itu dpt menjadikan perisai(benteng) bagi yg menjalankan..

  11. bagus.
    Dibulan Ramadhan ini menjadi musuh kita hawa nafsu

  12. سَلامٌ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
    izin copy ya Abu,utk ana kirim ke Fb anak2 ana,benar sangat penting sekali bagi kita semua untuk berhati-hati terhadap hawa nafsu. Karena setiap detik, setiap menit, dan setiap waktu, kita terancam dengan hawa nafsu,apa lg anak2 ana 3 org pelaut semua,ana ingin sekali mereka bisa mengendalikan hawa nafsu & selalu istiqomah dlm ibadah,ana suka takut & was2 kalau mengingat mereka,oh ya ana copy juga jawaban yg abu tulis ya….
    جزاكم الله خيرا

  13. astaghfirallah…ighfirni yaa robby..

  14. Mudh2an saya bisa mengamalkannya

  15. Subhanallah ustadz, nasehat yang bagus sekali terutama buat ana, apalagi ditambah kiat-kiat melawan hawa nafsu. Ana ijin copas.

  16. gak tau lg mo ngomong apa,,,semakin bertambah umur kok malah semakin ndak karuan aq,,,semoga allah swt.menuntun kita terus kejalannya,,,semoga selamat dunia maupun akhirat…amiin..


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 72 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: