Nikmat dan Adzab Kubur

Januari 25, 2008 pukul 10:52 am | Ditulis dalam Khutbah Tertulis | 13 Komentar

oleh: Abu Muhammad Abdul Mu’thi Al Maidani

Khutbah yang pertama

Wahai para hamba Allah, sidang jum’at yang dimuliakan oleh Allah …

Al-Imam Muslim telah meriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنّ الْعَبْدَ إِذَا وُضِعَ فِي قَبْرِهِ، وَتَوَلّىَ عَنْهُ أَصْحَابُهُ، إِنّهُ لَيَسْمَعُ قَرْعَ نِعَالِهِمْ. يَأْتِيهِ مَلَكَانِ فَيُقْعِدَانِهِ فَيَقُولاَنِ لَهُ: مَا كُنْتَ تَقُولُ فِي هَذَا الرّجُلِ ؟ فَأَمّا الْمُؤْمِنُ فَيَقُولُ: أَشْهَدُ أَنّهُ عَبْدُ اللّهِ وَرَسُولُهُ. قَالَ: فَيُقَالُ لَهُ: “انْظُرْ إِلَىَ مَقْعَدِكَ مِنَ النّارِ. قَدْ أَبْدَلَكَ اللّهُ بِهِ مَقْعَداً مِنَ الْجَنّةِ” قَالَ نَبِيّ اللّهِ صلى الله عليه وسلم: “فَيَرَاهُمَا جَمِيعاً”.
“Sesungguhnya seorang hamba bila diletakkan di dalam kuburnya dan para pengantarnya telah kembali pulang, sunggguh dia akan mendengarkan gesekan sandal-sandal mereka. Datang kepadanya dua malaikat, maka keduanya mendudukkannya dan bertanya kepadanya, ‘Apa pendapatmu tentang orang ini (yakni nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam)? Adapun seorang yang mukmin akan menjawab, ’Aku bersaksi bahwasanya dia adalah hamba Allah dan Rasul-Nya’. Maka dinyatakan kepadanya, ‘Lihatlah kepada tempatmu di neraka, sungguh telah digantikan oleh Allah dengan sebuah tempat di surga.” Maka Nabi Allah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kemudian dia melihat kedua tempat tersebut.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim) Continue Reading Nikmat dan Adzab Kubur…

Sudah Saatnya Kita Bangkit…

Januari 16, 2008 pukul 2:35 pm | Ditulis dalam Manhaj | 4 Komentar

oleh: Abu Muhammad Abdul Mu’thi Al-Maidani

Dalam kesempatan yang mulia ini, kita memanjatkan puji syukur kepada Allah yang masih menganugerahkan kepada kita, kesempatan untuk tetap mengecap nikmat Allah yaitu menuntut ilmu.

Sesungguhnya majelis-majelis Ahlus Sunnah yang dipenuhi oleh kaum muslimin dalam rangka menuntut ilmu tentang agama Allah, inilah yang ditakuti oleh musuh-musuh Islam. Karena majelis-majelis ilmu yang digelar oleh Ahlus Sunnah merupakan kelanjutan dari majelis-majelis para nabi. Di sana diajarkan tentang wahyu Allah yang berupa Al Quran dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Sehingga orang-orang yang keluar dari majelis-majelis ahlus sunnah mampu membawa pengetahuan tentang agama Allah, penambahan iman, dan kekuatan di dalam memegang As Sunnah. Continue Reading Sudah Saatnya Kita Bangkit……

Perjalanan Ruh ketika Meninggalkan Dunia

Januari 15, 2008 pukul 9:40 pm | Ditulis dalam Khutbah Tertulis | 4 Komentar

Oleh: Abu Muhammad Abdul Mu’thi Al-Maidani

Khutbah yang pertama

Wahai para hamba Allah, sidang jum’at yang dimuliakan oleh Allah . . .

Al-Imam Ahmad, Abu Dawud, An-Nasai, Ibnu Majah, serta yang selainnya, telah meriwayatkan dari hadits Al-Baro’ bin ‘Azib, bahwa suatu ketika para sahabat berada di pekuburan Baqi’ul ghorqod. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi mereka. Beliau pun duduk. Sementara para sahabat duduk disekitarnya dengan tenang tanpa mengeluarkan suara, seakan-akan di atas kepala mereka ada burung. Beliau sedang menanti penggalian kubur seorang yang baru saja meninggal. Continue Reading Perjalanan Ruh ketika Meninggalkan Dunia…

Obyektifitas Menvonis Menurut Ulama Ahlus Sunnah

Januari 13, 2008 pukul 2:04 pm | Ditulis dalam Manhaj | Tinggalkan komentar

Oleh: Abu Muhammad Abdul Mu’thi Al-Maidani

A. Peran Ulama Ahlus Sunnah Wal Jamaah

Kita telah mengetahui secara bersama bahwa manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah adalah metodelogi agama yang benar sehingga setiap muslim yamg sejati tidak lagi membutuhkan kepada yang selainnya. Para ulama Ahlus Sunnah Wal Jamaah telah memperjuangkan manhaj ini dari masa ke masa. Yang demikian itu, bisa kita saksikan dengan membaca buku-buku mereka yang memuat bergudang-gudang ilmu guna menerangkan manhaj yang shahih ini. Bahkan tak jarang pula, kita menyaksikan mereka membantah ahlul bid’ah dengan keras di dalam karya-karya tulis yang mereka susun. Mereka melakukan semua itu demi menjaga kemurnian agama Allah dari beraneka ragam bid’ah yang selalu muncul pada setiap masa. Continue Reading Obyektifitas Menvonis Menurut Ulama Ahlus Sunnah…

Salahkah Sikap Keras dalam Dakwah?

Januari 13, 2008 pukul 1:50 pm | Ditulis dalam Manhaj | 1 Komentar

Oleh: Abu Muhammad Abdul Mu’thi Al-Maidani

Islam memiliki cara dan metode dalam berdakwah sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. Tentunya hal itu tidak lepas dari bimbingan syari’at. Terkadang dakwah harus disampaikan dengan sikap lemah lembut dan terkadang dengan sikap keras, tegas, dan lugas. Namun sikap yang kedua ini sering dianggap sebagai sikap yang salah dan tidak mengandung hikmah. Bahkan terkadang dianggap dapat menimbulkan akibat yang fatal bagi dakwah itu sendiri. Sehingga muncul protes dari berbagai pihak ketika salah seorang da’i bersikap keras, tegas dan lugas dalam dakwahnya. Continue Reading Salahkah Sikap Keras dalam Dakwah?…

Laman Berikutnya »

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.